Semua elemen masyarakat harus mulai melakukan tindakan nyata untuk mencegah HIV/AIDS yang tergolong mengkawatirkan di Indonesia karena kasus penyebarannya cenderung meningkat. Kesadaran anggota masyarakat yang melakukan hubungan seks beresiko untuk menggunakan kondom bagi kesehatan pribadi maupun pasangan, antara lain untuk mencegah HIV/AIDS sangat penting.
Hal tersebut dipaparkan dalam konferensi pers menyambut Pekan Kondom Nasionak 2009 yang digelar pagi tadi (12/11) digedung FX Lifestyle X’Enter, Senayan, Jakarta. Konferensi pers ini diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, DKT (Dharmendra Kumar Tyagi) Indonesia (yayasan nirlaba yang bergerak dalam bidang pencegahan HIV/AIDS), dan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional). Hadir sebagai pembicara dalam acara ini Sekretaris KPA
Nasional, Nafsiah Mboi, Country Director DKT Indonesia, Todd Callahan, dan Kepala BKKBN Pusat, Dr. Sugiri Syarif
Nafsiah Mboi mengatakan Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam pencegahan penularan HIV, baik penularan melalui alat suntik maupun melalui hubungan seksual beresiko. Setiap tahun, penularan HIV melalui hubungan seksual terus meningkat, termasuk penularan antara suami dan istri, bahkan dalam 2 tahun terakhir kenaikannya tergolong tinggi.
Departemen Kesehatan mencatat dalam triwulan Januari-Maret 2009, total kasus HIV/AIDS yang dilaporkan mencapai 23.632 dengan kematian 3.492 orang. Jumlah tersebut naik tajam dibandingkan Desember 2006 yang tercatat ada 13.424 kasus HIV/AIDS dengan jumlah kematian 1.871 orang.
Kasus HIV dan AIDS merupakan fenomena yang mirip gunung es, dimana jumlah orang yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibanding dengan kenyataan yang sebenarnya. Ada estimasi bahwa ratusan ribu orang di Indonesia saat ini hidup dengan HIV dan AIDS.
Parahnya lagi, orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA) juga sudah makin beragam, meliputi anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga. Dari jumlah tersebut, data KPA menunjukkan bahwa 54% ODHA adalah orang-orang muda berusia antara 15 hingga 29 tahun.
Berdasarkan data per Maret 2009, oranng-orang yang hidup dengan AIDS secara kumulatif pada usia 15 hingga 29 tahun mencapai 9.089 orang atau berkontribusi sekitar 54 % dari 16.964 total kasus AIDS yang tercatat.
“Inilah yang membuat kini saatnya semua elemen masyarakat tidak lagi bisa sekedar peduli, tapi sudah harus melakukan tindakan nyata untuk mencegah HIV/AIDS, misalnya dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks yang beresiko tinggi menularkan HIV,” kata Nafsiah.
Menurut Todd Callahan, untuk mencegah penularan HIV dan AIDS masyarakat harus melakukan tindakan nyata, misalnya dengan menggunakan kondom.
“Saat ini penggunaan kondom di Indonesia masih kurang signifikan dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar dan laju penyebaran HIV yang tinggi. Hal ini antara lain karena pengetahuan yang masih perlu ditingkatkan tentang manfaat kondom, dan rendahnya kesadaran penggunaan kondom bagi kesehatan pribadi dan pasangan untuk mencegah HIV/AIDS,” ujar Todd.
Meskipun demikian, Todd menyatakan, kampanye penggunaan kondom di Indonesia masih relatif lebih mudah dibanding negara tetangganya, Malaysia. Indonesia lebih terbuka terhadap kampanye penggunaan kondom di berbagai media, sementara di Malaysia hal itu sangat dibatasi dan dilarang.
“Di Indonesia, masyarakat masih relatif lebih berpikiran maju dan terbuka soal kampanye penggunaan kondom untuk kesehatan, sementara di Malaysia susah, walau kampanye kondom ini untuk kesehatan di sana tetap dilarang, tidak boleh kampanye di koran, radio, televisi,” kata Todd.
Todd Callahan juga memberi contoh, Thailand berhasil menekan penyebaran HIV dan AIDS karena negara itu telah lebih dahulu melakukan penceghan termasuk dengan kampanye penggunaan kondom secara gencar sejak tahun 1990-an.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya penggunaan kondom dalam mencegah penularan HIV/AIDS, maka KPA Nasional, DKT Indonesia, dan BKKBN akan kembali menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) 2009. PKN ini merupakan PKN ke-3 yang pernah mereka gelar, dan akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 7 Desember 2009.
Dalam PKN 2009 ini akan dihadirkan berbagai kegiatan, antara lain Pembukaan PKN 2009, Campus Challenge, distribusi materi edukasi mengenai pencegahan HIV dengan menggunakan kondom, dan konser MTV Staying Alive. Konser MTV Staying Alive sendiri merupakan konser yang telah disponsori DKT selama 5 tahun berturut-turut guna memberikan informasi yang akurat dan mengkampanyekan pencegahan HIV dan AIDS untuk orang-orang muda.

0 komentar:
Posting Komentar
Mohon Tulis Komentar Sewajarnya, Terimakasih Atas Kunjungan Anda